Rabu, 15 Februari 2012

Struktur dan Organisasi Kurikulum


A. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.
  1. Struktur kurikulum SD/MI
Stuktur kurikulum SD/MI meliputi subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas I sampai kelas VI.
  1. Struktur kurikulum SMP/MTs
Struktur kurikulum SMP/MTs meliputi subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai kelas IX.
  1. Struktur kurikulum SMA/MA
Struktur kurikulum SMA/MA meliputi subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas X sampai kelas XII.
  1. Struktur kurikulum pendidikan kejuruan
Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
B. Organisasi Kurikulum
Terdapat tiga bentuk organisasi kurikulum yang berorientasi pada disiplin ilmu, yaitu sebagai berikut:
  1. Subject Centered Curriculum
Pada Subject Centered Curriculum, bahan atau isi kurikulum disusun dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah,misalnya: mata pelajaran sejarah, ilmu bumi, kimia, fisiks, berhitung, dan sebagainya. Mata pelajaran-mata pelajaran itu tidak berhubungan satu sama lain. Pada pengembangan kurikulum di dalam kelas atau pada kebiasaan belajar mengajar, setiap guru hanya bertanggung jawab pada mata pelajaran yang diberikannya. Kalaupun mata pelajaran itu diberikan oleh guru yang sama, maka hal ini juga dilaksanakan secara terpisah-pisah. Oleh karena organisasi bahan atau isi kurikulum berpusat pada mata pelajaran secara terpisah-pisah, maka kurikulum ini juga dinamakan Separated Subject Curriculum.
  1. Correlated Curriculum
Pada organisai kurikulum ini, mata pelajaran tidak disajikan secara terpisah, akan tetapi mata pelajaran-mata pelajaran yang memiliki kedekatan atau mata pelajaran sejenis dikelompokkan sehingga menjadi suatu bidang studi (broadfield), seperti mata pelajaran geografi, sejarah, ekonomi dikelompokan dalam bidang studi IPS. Demikian juga dengan mata pelajara biologi, kimia, fisika dikelompokan menjadi bidang studi IPA.
Mengorelasikan bahan atau isi materi kurikulum dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, yaitu :
v  Pendekatan stuktural
Dalam pendekatan ini, kajian suatu pokok bahasan ditinjau dari beberapa mata pelajaran sejenis.
v  Pendekatan fungsional
Pendekatan ini didasarkan kepada pengkajian masalah yang berarti dalam kehidupan sehari-hari.
v  Pendekatan daerah
Pada pendekatan ini materi pelajaran ditentukan berdasarkan lokasi atau tempat.
  1. Integrated Curriculum
Pada organisasi kurikulum yang menggunakan model integrated, tidak lagi menampakkan nama-nama mata pelajaran atau bidang studi. Belajar berangkat dari suatu  pokok masalah yang harus dipecahkan. Masalah tersebut kemudian dinamakan unit. Belajar berdasarkan unit bukan hanya menghafal sejumlah fakta, akan tetapi juga mencari dan menganalisis fakta sebagai bahan untuk memecahkan masalah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar